kumpulan puisi sajak

Rabu, 13 April 2011

Demonstrasi Cendrung Anarkhis Dan Merugikan masyarakat


Pada tanggal 20 Oktober lalu tepat satu tahun masa pemerintahan SBY-Budiono berjalan. Banyaknya aksi  demonstrasi yang menyikapi kinerja pemerintahan SBY serta kabinet jilid duanya tak pelak membuat warga Jakarta harus berurusan kembali dengan macet serta ditutupnya beberapa ruas jalan raya di Jakarta. Hal ini tentu saja sangat mengganggu banyak pihak yang pada saat itu memang harus melakukan pekerjaan nya di jalan atau ingin menuju suatu tempat untuk bekerja. Meskipun demikian hal tersebut memang tidak bisa di hindari, meskipun POLDA Metro Jaya sudah memberikan pemberitahuan kepada masyarakat beberapa hari sebelumnya titik konsentrasi para demonstran serta jalur jalan yang akan di lalui para demonsntran.
Aksi demonstrasi ataupun kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum  yang memang kerap dilakukan oleh mahasiswa dan berbagai element masyarak memang tidak bisa di hindari karena itu adalah bagian dari penerapan sistem pemerintahan yang menganut azas demokrasi dan di jamin oleh undang-undang. Namun akhir-akhir ini kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum tersebut terlihat cendrung mengarah dan bahkan tidak jarang berubah menjadi anarkhis, dan bahkan merugikan masyarakat . Sebut saja Aksi demonstrasi yang terjadi pada tanggal 20 Oktober kemarin, sebagian massa demonstran terkonsentrasi di Istana Presiden dan sebagian lagi di gedung MPR/DPR RI di senayan. Di istana negara aksi demonstrasi sempat ricuh dan polisi menembakan water canon serta gas air mata beberapa kali, sementara para demonstran membalas dengan melempari batu kearah Polisi yang berjaga.s Sebagian mahasiswa juga menggelar aksinya di Jln. Diponegoro menteng Jakarta Pusat , aksi blokir jalan yang dilakukan mahasiswa ini dilakukan sejak  pukul 13:00 hingga pukul 18:00 wib.
Selain memblokir jalan mahasiswa juga melakukan bakar ban di tenggah jalan sembari melakukan orasi yang menyikapi kinerja pemerintahan SBY selama satu tahun. Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa di Jln. Diponegoro tersebut  jelas merugikan  masyarakat pengguna jalan yang berniat kea rah salemba karena jalan tertutup oleh mahasiswa. Banyak dari masyarakat pengguna jalan yang mengeluhkan kejadian tersebut, apa lagi pemblikiran jalan yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa tersebut dekat dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo(RSCM), yang seharusnya akses jalan dapat dilalui oleh masyarakat yang ingin berobat terpaksa masyarakat harus berjalan memutar lebih lama.
Sementara sebelumnya aksi tersebut ricuh sehingga bentrok aksi lempar batu tidak terhindarkan antara petugas dengan mahasiswa .Menurut AKBP Andri Wibowo Kabag Ops Polres Jarta Pusat  “aksi mengarah pada anarkhisme ringan, karena kelompok mahasiswa Univ.Bung Karno (UBK) sudah melempar batu akan mengancam jiwa petugas dan merusak kendaraan dinas yang itu kendaraan milik rakyat”. Sebelumnya tiga orang mahasiswa juga diaman kan oleh polisi namun langsung dibebaskan kembali.sementara dari pihak mahasiswa terdapat korban  tembak dalam bentorkan tersebut atas nama Farel Restu mahasiswa semester lima fakultas Hukum UBK.
 Dalam pantauan SGN  beberapa kali Polri melakukan negoisasi  kepada mahasiswa agar dapat membuka jalan guna kepentingan masyarakat namun mahasiswa tetap bersikukuh malakukan pemblokiran hinngga lewat maghrib. Hal ini menurut salah satu mahasiswa yang melakukan aksi  dilakukan karena adanya kawan mereka yg ditembak. Sementara masyarakat pengguna jalan merasa di rugikan akibat kejadian tersebut. Vivi salah satu pengguna jalan mengatakan “mereka kan mahasiswa terpelajar, masa gak bisa sih demo dengan cara-cara yang sopan dan elegan, jangan merugikan kami dong “ imbuh Vivi yang berniat bergegas menuju RSCM guna menjaga ibunya yang sedang dirawat sakit jantung. Sementra Hasan salah satu pengemudi harus memutar balik mobilnya karena jalan masih terblokir mengatakan  “ saya sedang bawa istri saya yang lagi hamil mas, mau ke RSCM” umpatnya kesal.  AKBP Andri Wibowo juga mengatakan bahwa Polisi sudah memberikan hal-hal yang menjadi keinginan mahasiswa. “ mereka (mahasiswa)memiliki hak demokrasinya hingga pukul 18:00, kalau mereka tidak taat itu sesuai dengan tuntutan rakyat akan kita tertibkan sesuai dengan prosedur” tegasnya. Pada prinsipnya Polri tidak ingin berbenturan dengan mahasiswa tambahnya lagi .
Sementara itu mahasiswa tetap bersikukuh menutup jalan Diponegoro walaupun telah merugikan banyak masyarakat pengguna jalan, dan meminta polisi untuk minta maaf serta mengakui bahwa telah menembak rekan mereka Farel Restu FH UBK, namun dalam pantauan wartawan SGN meskipun polisi telah meminta maaf kepada para demonstran, pemblokiran jalan tersebut tetap saja berlangsung hingga petang sore. Sementara kasus penembakan terhadap Farel Restu mahasiswa yang tertembak betis kirinya pada saat aksi demonstrasi tersebut masih dalam penyelidikan Propam Polda Metro Jaya hingga berita ini di turunkan.

0 komentar: